Gunungpati-
Untuk mensosialisasikan calon gubernur dan wakil gubernurnya yang diusungnya
pada Pilgub Jawa Tengah mendatang, kader DPC PKS Gunungpati, Minggu (5/5), menggelar
aksi human banner. Puluhan kader PKS mengenakan topeng bergambar
wajah Hadi Prabowo dan membawa banner bergambar calon gubernur dan wakil
gubernur berdiri di sepanjang jalan raya Gunungpati sambil membagi-bagikan
stiker.
Tampilkan postingan dengan label Gunungpati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunungpati. Tampilkan semua postingan
06/05/13
24/02/13
Rapim DPC PKS Gunungpati
Gunungpati- Ahad (24/2), Berlangsung Rapat
Pimpinan (Rapim) DPC PKS Gunungpati yang dihadiri kurang lebih 16 ketua DPRa
se-Kecamatan Gunungpati dan pengurus harian DPC PKS Gunungpati. Agenda Rapim
ini adalah dalam rangka upaya pensolitan antara PH dengan para ranting. Seperti
biasanya, acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an dilanjutkan dengan sambutan
oleh Tulus Wahyu Nogrogo sebagai Ketua DPC PKS Gunungpati. Dalam sambutannya,
beliau menceritakan apa yang beberapa pekan ini sedang menjadi cobaan begitu
dahsyat yang menimpa PKS. Apa yang
diberitakan di media bahwa kader akan rontok “itu tidak benar, bahwa dengan
berita-berita yang ada adalah ujian yang ini dapat diambil hikmahnya kita
semakin memperkokoh kesolitan kita. Kita kerja nyata untuk menjawabnya” ujar
Tulus Wahyu Nugroho.
Tentang apa yang
sedang menimpa PKS entah itu fitnah atau cobaan, diranting ada beberapa warga
yang mempertanyakan kebenaran hal tersebut. “Biarlah orang Nduwur (DPP) yang urus. Dengan ada atau tidaknya hal tersebut yang
penting kami tetap berkiprah di masyarakat” ujar Kasdadi.
Acara yang
berlangsung dari pagi sampai siang ini sangat hangat dengan keaktifan para
Ketua DPRa mendiskusikan program-program yang sudah dan akan dilaksanakan di
masing-masing Ranting. Kesemangatan para ketua DPRa dalam acara Rapim nampaknya
memperlihatkan bahwa apa yang menjadi cita-cita bersama PKS ini sangat terbuka
lebar.
Diakhir acara,
Pengurus Harian membagikan VCD yang isinya rekaman sambutan-sambutan Ustadz
Anis Matta selama road show. Ini dimaksud agar kader di wilayah ranting juga nantinya
mempunyai kesamaan suhu dalam semangat memenangkan PKS menuju 3 Besar. (Widodo/HPG)
15/11/12
Durian Gunungpati, Durian Lokal Paling Dicari
Musim
durian saat ini banyak dijajakan durian. disetiap daerah banyak
menghasilkan durian. dari sumatera sampe ke ujung indonesia berlimpah
durian, tinggal pilih yang jenis apa. seperti yang terlihat disepanjang
jalur pantura, di daerah batang sampe pekalongan banyak dijual durian
disepanjang jalan.
di
daerah semarang, sebagai salah satu daerah penghasil durian, banyak
terdapat jenis durian unggulan dari jenis lokal. salah satu yang telah
melegenda adalah durian gunungpati. terkenal dengan rasanya yang enak,
manis dan dagingnya yang tebal. banyak jenis durian asli gunungpati yang
terkenal, diantaranya, durian petruk, durian bagong, durian tembogo,
durian mrico dan durian gemblong. mungkin masih ada banyak jenis yang
ngak bisa saya sebut semuanya.
buat
para penggemar durian, wisata kuliner berburu durian lokal khas
gunungpati cukup mengasikkan. meskipun gunungpati mudah di jangkau, bisa
dari arah semarang kalibanteng ke arah manyaran melewati goa kreo, yang
dari arah selatan, dari terminal ungaran menuju arah barat, sedangkan
yang dari arah barat, bisa menuju gunungpati dari daerah boja.
disepanjang
jalan menuju gunungpati, banyak penjual buah durian, namun untuk
menemukan buah durian asli gunungpati ada trik khusus. karena banyak
pedagang yang menjual buah dari luar wilayah gunungpati yang dijual di
gunungpati, agar cepat laku dengan harga lebih, karena dikira durian
asli gunungpati.
memasuki
wilayah gunungpati, di daerah pongangan dan kandri, sudah bisa ditemui
pedagang durian. dari arah ungaran, mulai memasuki desa pengkol juga
bisa ditemui banyak pedagang disepanjang jalan.
durian
gunungpati yang paling terkenal dari wilayah mblabak, meskipun dari
petemon atau siroto juga enak. bahkan durian petruk, dan durian bagong,
sulit ditemui dipasaran. jika sahabat blogger yang pecinta durian ingin
menikmati durian petruk atau durian bagong, harus pesan jauh2 hari.
datang saja ke tempatnya bapak sakdun di karang anyar. harga yang
ditawarkana, lumayan mahal, seikat berisi 4 buah durian petruk dihargai
150.000 - 250.000, itupun kalo ada, soalnya durian yang satu ini, banyak
yang pesan dan memang asli durian matang pohon alias kudu jatuh
sendiri. nggak pernah dipetik mentah.
kalo
nggak bisa ketemu dengan durian petruk yang meleganda atau durian
bagong yang rasa dan bentuknya dahsyat, teman2 nggak perlu khawatir,
semua durian asli gunungpati dijamin lezat...yang penting teman2 harus
bisa bedain mana durian asli gunungpati atau bukan.
salah
satu cara untuk mendapatkan durian asli gunungpati adalah dengan cara
beli langsung di gunungpati, inipun harus tahu triknya, yaitu, beli dari
pedagang yang buka daganganya di depan rumahnya sendiri di sepanjang
jalan di wilayah gunungpati. bisa dipastikan mereka adalah pedagang
dadakan yang hanya menjual durian dari pohonnya sendiri yang biasanya
ada di belakang rumahnya. biasanya jumlah durian yang dijajakan tidak
banyak. karena hanya durian yang jatuh pada malam sebelumnya atau hari
itu saja yang dijual.
cara
yang lain adalah, nongkrong di pasar gunungpati, pagi-pagi
banget..sekitar jam 6 pagi. di sebelah barat pasar, jalan masuk lewat
samping barat. nongkrong aja disitu, nah....nanti akan ada orang yang
bawa durian dengan pikulan. atau ibu2 yang bawa gendongan keranjang
berisi durian. nah...bisa dipastikan itu durian matang asli gunungpati.
soal harga, kalo nemu yang beginian, juga bisa di nego. pinter2nya sobat
aja buat nawar, dan nggak bakaln mahal, karena masih dari pemiliknya
langsung.
jadi,
meski udah di gunungpati, jangan beli durian yang di pajang di warung
pinggir jalan dalam jumlah yang banyak sekali atau di jajakan pake mobil
bak terbuka. karena itu bukan durian asli gunungpati. mungkin durian
jepara atau durian salatiga.
oke sob, buat pecinta kuliner...met berburu durian lokal asli gunungpati.
Sumber: tropisliving
14/11/12
Sejarah Kecamatan Gunungpati Semarang
Sejarah Gunungpati,
Pertama kali orang mendengar kata "gunungpati" mungkin terbayang
dengan dua gunung kembar dan mayoritas penduduknya adalah petani
penghasil pati ya? hmmm tidak sepenuhnya salah. Saya akan menceritakan
asal usul dan sejarahnya mengapa disebut Gunungpati.
Jadi begini ceritanya menurut versi saya, dulu ada hujan meteor coklat, untung ada kiai pati dan sapinya menyelamatkan, terus coklatnya meleleh mengguyur seluruh permukaan gunung, kemudian booommm jadilah dinamakan gunungpati, wahaha ngiklan banget ya? #abaikan!
Sejarah Aslinya menurut para tetua dan cerita para leluhur sebelum saya, dahulu itu beberapa ratus tahun sebelum saya dilahirkan, ada peperangan antara Tuban dan Pati, maka banyak penduduk Pati yang mengungsi untuk menyelamatkan diri dan jiwanya. salah seorang diantaranya adalah Kiai Pati yang menunggangi seekor Sapi bernama Pragolopati mengungsi bersama para pengikutnya. Setelah dirasa aman untuk berlindung dan PW (posisi wueenak), tanahnya subur, bergunung-gunung dan sangat indah. Kemudian Kiai Pati dan pengikutnya memutuskan untuk mentap dan memberi nama "Gunungpati" karena daerahnya bergunung-gunung dan digabungkan dengan nama sendiri Kiai Pati.
Jadi begini ceritanya menurut versi saya, dulu ada hujan meteor coklat, untung ada kiai pati dan sapinya menyelamatkan, terus coklatnya meleleh mengguyur seluruh permukaan gunung, kemudian booommm jadilah dinamakan gunungpati, wahaha ngiklan banget ya? #abaikan!
Sejarah Aslinya menurut para tetua dan cerita para leluhur sebelum saya, dahulu itu beberapa ratus tahun sebelum saya dilahirkan, ada peperangan antara Tuban dan Pati, maka banyak penduduk Pati yang mengungsi untuk menyelamatkan diri dan jiwanya. salah seorang diantaranya adalah Kiai Pati yang menunggangi seekor Sapi bernama Pragolopati mengungsi bersama para pengikutnya. Setelah dirasa aman untuk berlindung dan PW (posisi wueenak), tanahnya subur, bergunung-gunung dan sangat indah. Kemudian Kiai Pati dan pengikutnya memutuskan untuk mentap dan memberi nama "Gunungpati" karena daerahnya bergunung-gunung dan digabungkan dengan nama sendiri Kiai Pati.
Hanya sebatas itu Sejarah Tentang Gunungpati yang saya ketahui tentang asal mula nama "Gunungpati", namun ada cerita lain tetang "pertempuran 5 hari disemarang" yang juga melibatkan kawasan Gunungpati sebagai Tempat pertempurannya.
Cerita perjungan dari Mbah Haji Hudi sebagai narasumbernya, Saat pertempuran itu Gunungpati menjadi dapur umum, yang dibangun secara sukarela oleh warga, Cerita dibumbui oleh mortir yang beterbangan, peluru kompeni nyasar, bumi berguncang saat bom dijatuhkan, darah bercucuran, mayat berserakan, ceritanya begitu spektakuler, cerita jaman perjuangan yang tidak pernah sekalipun terlewatkan setiap acara tirakatan dari jaman saya masih minum susu dari botol sampe sekarang (sekarang juga masi sering minum susu lho).
Yak cukup sebatas itu yang "Sejarah Gunungpati" saya ketahui, semoga bisa menjadi sumbangan catatan sejarah tentang Gunungpati tempat kelahiran saya ini. kalau kurang lengkap bisa ditanyakan langsung kepada pak Camat Gunungpati.
Cerita perjungan dari Mbah Haji Hudi sebagai narasumbernya, Saat pertempuran itu Gunungpati menjadi dapur umum, yang dibangun secara sukarela oleh warga, Cerita dibumbui oleh mortir yang beterbangan, peluru kompeni nyasar, bumi berguncang saat bom dijatuhkan, darah bercucuran, mayat berserakan, ceritanya begitu spektakuler, cerita jaman perjuangan yang tidak pernah sekalipun terlewatkan setiap acara tirakatan dari jaman saya masih minum susu dari botol sampe sekarang (sekarang juga masi sering minum susu lho).
Yak cukup sebatas itu yang "Sejarah Gunungpati" saya ketahui, semoga bisa menjadi sumbangan catatan sejarah tentang Gunungpati tempat kelahiran saya ini. kalau kurang lengkap bisa ditanyakan langsung kepada pak Camat Gunungpati.
sumber: slamsr
02/11/12
Gunungpati | Profil Kecamatan, Sejarah, Potensi Ekonomi, Wisata
KECAMATAN GUNUNGPATI terletak di bagian selatan
Kota Semarang, berbatasan langsung dengan Ungaran. Dari pusat Kota
Semarang jaraknya sektar 17 km. Wilayah Gunungpati didominasi
perbukitan dengan ketinggian + 300 meter dari permukaan laut.
Kecamatan Gunungpati merupakan daerah pengembangan kota yang
memiliki luas wilayah 5.399.085 Ha. Jumlah penduduknya mencapai 70.901
jiwa atau 20.605 KK. yang terhimpun dari 89 RW dan 418 RT.
Kiai Pati
Sejarah Gunungpati tak bisa dipisahkan dengan peperangan antara
prajurit Tuban dan Pati. Saat itu, banyak penduduk Pati yang mengungsi.
Salah seorang diantaranya adalah Kiai Pati. Dengan mengendarai seekor
sapi bernama Pragolapati, dia mengungsi bersama para pengikutnya.
Tibalah rombongan ini di sebuah tempat yang dianggapnya aman dan nyaman.
”Daerah ini rasanya cukup aman untuk berlindung,” kata Kiai Pati, yang diiyakan para pengikutnya.
”Bagaimana kalau kita menetap di daerah ini saja?” tanya Kiai Pati,
yang dijawab ‘’setuju” oleh semua pengikutnya. Kemudian Kiai Pati
berkata, ”Saudara-saudaraku, saksikanlah, daerah ini saya beri nama
Gunungpati. Artinya, daerah bergunung-gunung, tempat bermukim Kiai
Pati.”
Dalam perkembangannya, Gunungpati pernah menjadi sebuah kabupaten
tersendiri. Hal itu dapat dibuktikan dari masih adanya dua pohon asam di
tengah Alun-alun, sekitar 50 tahun lalu. Bahkan sampai sekarang, kita
masih bisa menjumpai Kampung Ngabean, Pasar Kliwonan, Jagalan, dan
Kauman di sekitar masjid, serta sebuah penjara bernama Sikrangkreng.
Perkembangan
Jika kita telusuri, Gunungpati tampaknya akan dikembangkan sesuai
RPJP 2010 – 2030 Kota Semarang. Tidak heran jika kelak kecamatan
Gunungpati yang masih nampak alamiah dengan pepohonan rindang dan
hawanya yang sejuk akan menjadi wilayah pemekaran kota.
Terlebih, kini di lokasi tersebut telah berdiri Universitas Negeri Semarang (Unnes), salah satu kampus terbesar di Kota Semarang.
Kecamatan Gunungpati memiliki beberapa objek wisata, antara lain Goa Kreo
(di Kelurahan Kandri), juga ada tempat rekreasi Pemancingan Kebon Mulyo
(di Kelurahan Mangunsari), wisata kuliner Pemancingan Dewandaru,
Ngrembel Asri, disertai dengan permainan anak-anak, kolam renang, flying fox dan lainnya (di Kelurahan Gunungpati).
Sumber: portalsemarang
Langganan:
Postingan (Atom)








