News Update :

Terbaru

Berita internasional

Info PKS

Dunia Islam

Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan

09/11/12

Ibu, Pahlawan Sepanjang MasaIbu, Pahlawan Sepanjang Masa

Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut sebagai hari pahlawan. Upacara kenegaraan dan upacara di lembaga/ instansi pemerintah dan sebagian sekolah dilaksanakan dengan khusyu. Momentum hari tersebut diperingati untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan negara dan bangsa. Taman makam pahlawan di berbagai kota, boleh jadi juga akan ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik yang masih ada hubungan keluarga atau tidak. Sekadar menaruh karangan bunga, berdoa dan mengenang perjuangan mereka. Begitulah pemandangan yang kita saksikan seputar hari pahlawan tanggal 10 November.
 
Meski tidak pernah dinobatkan oleh pemerintah sebagai pahlawan, meski tidak pernah dipublikasikan oleh media sebagai seorang pahlawan, meski tidak pernah mendapatkan tanda penghargaan berupa lencana dan sejenisnya, saya sangat yakin, dan saya juga yakin, Anda pasti setuju dengan keyakinan saya, bahwa “IBU ADALAH PAHLAWAN” .

Ya, Ibu, mama, emak, ummi, mami, nyak, atau sebutan apa saja, yang melekat pada sosok seorang perempuan yang tak pernah capai, tak pernah bosan, tak pernah berhenti, terus mencurahkan cintanya kepada ‘anak’ buah hatinya. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, seorang ibu akan bersungguh-sungguh untuk selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Malam hari dalam kondisi lelah dan ngantuk, seorang ibu rela bangun untuk mengganti popok bayinya yang basah dengan kencing, rela begadang semalaman saat balitanya sakit panas dan rewel tidak bisa tidur. Menginjak anaknya usia 7-8 bulan, dengan keterbatasan tenaga mendampingi sang buah hati yang mulai aktif merangkak ke sana kemari. Sampai 3 tahun usia anaknya, seorang ibu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan akan menuntun dan mengajarkan anaknya untuk lancar berbicara, mulai mengenal huruf-huruf hijaiyah dan huruf latin. Ditambah lagi harus mengeluarkan tenaga ekstra, karena biasanya anak usia 3 tahun secara fisik sedang sangat aktif bergerak ke sana kemari, sehingga nyaris rumah rapi/bersih hanya dalam hitungan menit. Belum lagi seorang ibu harus membagi waktu dan tenaganya untuk kewajiban lain, sebagai seorang istri yang berbakti kepada suaminya, sebagai seorang daiyah yang ditunggu perannya di tengah masyarakat.

Memasuki usia dan dunia sekolah, perjuangan seorang ibu di medan lain pun telah menanti. Hari-hari pertama anak memasuki dunia barunya di sekolah, bagi sebagian anak mungkin tidak menjadi masalah, dalam waktu yang cepat bisa langsung beradaptasi dengan teman-teman di kelasnya, dan gurunya. Tapi sebagian anak, masa awal adaptasi menjadi masa yang cukup menegangkan, adakah dirinya akan selalu aman, jika aku jauh dari ibu. Dalam kondisi anak seperti ini, tentu bagi ibu butuh kesabaran untuk meyakinkan dan mendampingi anak, sampai anak siap lepas dari dirinya.

Saya pernah mendengar curhat dari seorang teman, ketika saya meminta maaf telat datang mengisi ta’lim karena beberapa saat saya harus menemani anak saya, awal masuk TK, beberapa hari sebelum akhirnya mau masuk kelas, dia selalu memegang ujung baju/jilbab, dan bersembunyi di balik badan saya. Ibu tadi menyampaikan bahwa, kalau saya masih lebih bagus, anaknya masih TK, dan hanya 2-3 hari. Dia melanjutkan, dulu anak saya, waktu awal masuk SD, selama 1 bulan, saya masih harus menemani masuk ke dalam kelas. “Woww…” saya sempat melongo. Dalam hati saya berpikir, kalau seperti itu sih sudah keterlaluan, tapi tentu saya mengatur kata-kata yang indah dalam menyampaikannya. Begitulah, di antara dinamika dan perjuangan seorang ibu.

Ketika anak mulai besar, boleh jadi perhatian dan capai fisik sudah mulai berkurang dirasakan oleh seorang ibu, tapi bukan berarti perjuangan selesai. Perjalanan masih panjang. Ibu akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan biaya sekolah anak-anaknya, ia rela banting tulang bekerja tak kenal lelah, karena biaya pendidikan yang terus melangit, sementara penghasilan suaminya tak bisa mengejarnya. Belanja untuk konsumsi harian akan diakali sedemikian rupa, agar bisa menabung untuk pendidikan anaknya.

Saya jadi teringat dengan kisah di zaman Rasulullah, saat seorang ibu dengan dua anaknya telah menerima sedekah sebutir kurma, dibelahlah kurma tersebut menjadi dua bagian, kemudian diberikan kepada dua anaknya masing-masing satu bagian, sementara sang ibu tidak mendapatkan secuil pun, tapi dia bahagia, dia tersenyum, karena dia telah membahagiakan anaknya. Kebahagiaan anak, akan menjadi kebahagiaan dirinya. Cintanya tak pernah pupus, kasih sayangnya tak pernah lekang, perjuangannya tak kenal lelah, doanya tak henti dipanjatkan, demi kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya. Menjadi semakin mudah bagi kita untuk memahami, mengapa Rasul saw menyampaikan kepada kita bahwa “al jannatu tahta aqdamil ummahat” surga ada di bawah telapak kaki ibu. Semoga kita pandai mensyukuri, memberikan yang terbaik untuk ibu, meski kita sadar, jasa ibu tidak akan pernah dapat dibalas oleh anaknya. IBU, kaulah orang terbaik di dunia. IBU, pahlawan sepanjang masa. Rabbigfirlie waliiwalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanie shaghiraa. Aamiin…..

Sumber: dakwatuna

Merindukan Kematian

Oleh: Ina Salma Febriani

Hidup selalu menghadirkan dua sisi yang tidak dapat terelakkan, yaitu kebahagiaan dan kesedihan. Dua sisi itu Allah hadirkan sebagai bagian dari fase kehidupan.

Kesedihan yang terkadang membuat hidup tak nyaman, juga bahagia yang tak selalu menjadi kawan. Inti dari fase kehidupan itu adalah pendakian hidup yang senantiasa bermuara pada momen tak terbantahkan: kematian.

Kematian dilukiskan bak antrian dalam wawancara sebuah pekerjaan. Ia seolah hanya tinggal menunggu panggilan, sesuai urutan. Saat malaikat Zabaniyah datang tanpa undangan, jiwa dan raga pun tercabik, tertarik, tercekik, tiada kawan, hanya Tuhan sebagai sumber pertolongan.

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, pasti akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui, yang ghaib dan yang nyata lalu dia berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,” (QS Al-Jumuah: 8)
Cerminan dahsyatnya kematian seharusnya menjadi bahan renungan untuk tiap insan. Betapa kita benar-benar putus harapan saat kematian ada di hadapan. Kekayaan, jabatan, pasangan hidup nan menawan, dan segala hasrat keduniawian sirna saat panggilan itu menimpa kita secara tiba-tiba.

Semua yang bernyawa akan merasakan mati, begitu firman Allah mengingatkan kita dalam QS Al-Ankabut ayat 57. Pun Rasulullah SAW. juga menghadapi kematian merasakan sakitnya sakaratul maut.

Kematian Rasulullah dilukiskan Aisyah dengan berkucurnya keringat dari dahi, leher dan sekujur tubuh beliau. Rasulullah pun bersabda pada Aisyah, “Hai Aisyah, sesungguhnya ruh orang mukmin itu keluar dengan keringat dan ruh orang kafir keluar dari kedua rahangnya seperti nyawa keledai,” dan detik-detik kematian, beliau bersabda, “Kerjakanlah shalat, kerjakanlah shalat!” (HR. Thabrani)

Rasulullah—sebagaimana kita tahu telah terjamin masuk surga—hingga pada puncak sakaratul mautnya, apakah Allah mengundurkan waktu barang sejenak untuk tidak memerintahkan Izrail mencabut nyawanya? Apakah Rasulullah tidak merasakan sakit sama sekali?

Tidak. Sebagai manusia biasa, Rasulullah merasakan sakitnya saat ruh keluar dari tiap-tiap urat syarafnya—di luar konteks derajat kenabian.
Mengutip dari Imam Ghazali, dalam “Dzikrul Maut Wa Maa Ba’dahu”, beliau melukiskan betapa Rasulullah merasakan kepedihan yang sangat, bahkan tampak rintihan dari beliau hingga warna kulit beliau berubah. Dahi beliau juga berkeringat, hingga tarikan dan embusan nafasnya mengguncangkan tulang rusuk kanan dan kiri beliau sehingga orang-orang yang menyaksikan beliau menangis—berjuang menahan rasa sakit.

Dahsyatnya sakaratul maut pun membuat beliau terus berdoa tiada henti, “Ya Allah, ringankanlah atasku sakaratul maut,” adapun doa yang lain dalam riwayat Ibn Abd Dunya, “Ya Allah, sungguh Engkau mengambil ruh di antara urat-urat dan anak-anak jari. Ya Allah, tolonglah aku atas kematian dan ringankanlah.”

Esensi dari dua doa tersebut ialah bahwa Rasulullah lebih mengetahui pedih dan sakitnya sakaratul maut yang dideskripsikan bahwa kematian itu sama dengan tiga ratus kali tebasan dengan pedang.

Jika Rasulullah Saw saja meminta rukhsah pada Allah, lalu, bagaimana dengan kita? Adakah persiapan maksimal untuk menuju ke alam keabadian? Kembali Imam Ghazali menuturkan bahwa mengingat kematian dapat mengikis nafsu-nafsu duniawi yang penuh tipu daya ini.

Sebaliknya, tamak kepada dunia dan mengambilnya berlebihan, dapat melemahkan iman, menyisihkan zikir dari lisan, meruntuhkan baiknya perbuatan, hingga lalai terhadap kematian. Na’udzubillah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang memiliki cukup perbekalan sehingga rindu akan kematian.

sumber: republika

08/11/12

Hamas Tuntut Obama Setop Dukung Israel

Gerakan Perlawanan Palestina Hamas menyerukan kepada presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk mengakhiri dukungannya pada rezim Zionis. Mereka juga meminta agar Obama meninjau kembali kebijakan luar negerinya terkait Palestina dan Arab.
 
"Kami menuntut Obama untuk meninjau kembali kebijakan luar negeri AS terhadap isu-isu Arab dan Palestina, dan mengakhiri dukungan AS pada rezim Israel," kata Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri, Rabu (7/11), seperti dilaporkan Kantor Berita Fars.

Menurutnya, perubahan pendekatan negara-negara Arab terhadap AS tergantung pada tingkat keseimbangan kebijakan luar negeri Gedung Putih mengenai isu-isu regional.

Hamas berkali-kelai mengecam AS atas dukungannya kepada Israel dan memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai perluasan permukiman rezim Zionis di Palestina serta operasi militer di Jalur Gaza.

Sebelumnya, AS memblokir beberapa resolusi DK PBB terhadap kekejaman rezim Zionis. Pada Februari 2011 lalu, PBB gagal mengutuk aktivitas permukiman rezim di wilayah Palestina yang diduduki dan penghentian semua kegiatan perluasan permukiman.

Pada November 2006, AS membunuh resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyeru segera diakhirinya operasi militer Israel dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Sumber: republika

Milad Seabad, Hajatan Terbesar Muhammadiyah


JAKARTA-Perhelatan akbar Muhammadiyah bertajuk Milad Satu Abad Muhammadiyah di Sentul International Conference Center (SICC), Ahad (18/11) mendatang menjadi hajatan terbesar ormas yang dipelopori KH Ahmad Dahlan ini. Puluhan ribu warga Muhammadiyah diprediksi berbondong-bondong pula hadir di ibukota.

“Selain warga Muhammadiyah yang akan datang langsung ke lokasi hajatan, akan ada teleconference dengan warga Muhammadiyah dari Riau, Makassar, Jawa Timur dan Yogyakarta yang langsung dipimpin Ketua Umum Din Syamsudin,” kata Ketua Panitia Milad 1 Abad Muhammadiyah Prof Suyatno, Rabu (7/11).

Momen milad bertema Sang Surya Tiada Henti Menyinari Negeri ini, menurutnya, akan menjadi ajang untuk meningkatkan kembali semangat menjadi warga Muhammadiyah sejati. “Kita akan teguhkan komitmen organisasi,” lanjut Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka) ini.

Selain itu, milad juga akan menjadi ajang evaluasi perjalanan Muhammadiyah sepanjang 100 tahun berkiprah. Karenanya sejumlah tokoh besar termasuk ketua MPR, DPR dan DPD akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Sumber: republika

07/11/12

Semarak Dakwah Islam di Hawaii

Ingat pantai dan liburan, salah satunya mungkin akan teringat Hawaii.

Inilah salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS) yang menawarkan “surga dunia” bagi para pelancong.

Sebuah wilayah yang setengah populasi penduduknya tidak mengenal agama. Namun, siapa sangka, di tengah kegelapan itu, Islam hadir dan bisa tumbuh di tempat tersebut.

Islam di Hawaii sebenarnya sudah hadir lebih dari seabad yang lalu. Imam sekaligus pemimpin spiritual Muslim Hawaii yang pertama adalah pria kelahiran Cina, pensiunan diplomat karier yang sebelumnya bertugas di Arab Saudi dan Kuwait. Namanya Haji Saad Abdul Rahim Shih Ming Wang.

Pada 1960-an, sebuah organisasi Muslim berdiri di wilayah ini, namanya Muslim Association of Hawaii (MAH). Dosen di University of Hawaii, Mona Darwich, menyatakan sebelumnya organisasi tersebut bernama The Muslim Student Association (MSA).

Wacana untuk mendirikan organisasi ini telah digagas sekitar 30 tahun lalu oleh para mahasiswa Muslim dari University of Hawaii di Manoa. Mereka berasal dari India, Pakistan, Afghanistan, Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah.

Mereka pula yang berjuang mengumpulkan sumbangan untuk mendirikan masjid dan Islamic Centre di Hawaii.

Salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi tersebut, James Abdullah Roushey, memberanikan diri menemui Pangeran Abdulaziz bin Fahd Al-Faisal, yaitu putra Raja Arab Saudi saat itu, untuk mengajukan proposal pembangunan fasilitas keislaman tersebut. Beruntung, proposal itu disetujui. Keluarga Kerajaan Arab memberikan donasi sebesar 500 ribu dolar AS.

Pada 1979 masjid tersebut berdiri. Namun, tak seperti masjid pada umumnya, masjid itu tak memiliki corak Islam sama sekali. Maklum, masjid tersebut hanyalah bangunan mewah yang disulap menjadi masjid. 

sumber: republika

Dengki itu Memakan Kebaikan

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu

Mari kita simak dengan iman Kalam Allah ini, "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanitapun ada bagian dari apa yang mereka usahakan "(QS 4:32).

Rasulullah bersabda, "Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu", Hasud itu tidak senang melihat kelebihan orang lain, lalu diapun berusaha menjatuhkan kehormatan orang itu dengan berbagai cara, dari mengintai keburukannya, mempergunjingnya, menebar fitnah, sampai kedukunpun dilakukan dan bahkan sampai membunuh.

Kisah lucu monyet yang dengki kepada burung gagak. Monyet berusaha meloncati buah anggur, tetapi tidak berhasil, sementara burung gagak dengan mudah meraihnya, dengan kesal monyet keliling hutan sambil berteriak, "anggur itu rasanya pahit dan asem", padahal hanya karena yang diinginkannya tidak tercapai.

Hasud adalah penyakit hati yang membuat tubuhnya juga sakit, berasal dari cinta dunia, sombong merasa dirinya lebih hebat. Allah mengajarkan hamba-hamba-Nya beriman agar terhindar dari penyakit dengki dan selamat dari pendengki dalam surah Al Falaq, "min syarri haasidin idzaa hasad, "Ya Allah, kami mohon perlindunganMU dari sifat hasud dan orang-orang yang hasud... Aamiin". Arifin Ilham
 
sumber: republika

06/11/12

Makna Tauhid dan La Ilaha Illallah

Untuk memahami makna tauhid dan kalimat ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡, dapat dipahami dari beberapa ayat berikut ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 57, “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah), dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan siksaNya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.”

Diterangkan dalam ayat ini sanggahan terhadap orang-orang musyrik pada masa jahiliyah, yang memohon atau berdoa kepada orang-orang yang shalih, oleh karena itu, ayat ini mengandung suatu penjelasan bahwa perbuatan mereka itu adalah syirik besar.

Maksudnya adalah bahwa orang-orang shalih sebelum itu merupakan orang-orang yang mencari jalan kepada Allah dengan cara yang benar dan bertauhid yang benar. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dan mendekatkan diri pada Allah. Mereka adalah orang-orang shalih yang sangat mengharapkan rahmat Allah dan takut terhadap siksaanNya. Kemudian, datang generasi berikutnya yang menganggap bahwa orang-orang shalih itu mampu memberikan apa yang mereka minta sebagaimana Allah. Mendekatkan diri pada Allah harus dengan orang-orang shalih tersebut.

Dapat diambil kesimpulan dari ayat dalam surat Al Isra’ tersebut bahwa makna tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah” yaitu : meninggalkan apa yang dilakukan oleh orang orang musyrik, seperti menyeru (memohon) kepada orang orang shalih dan meminta bantuan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Az Zukhruf 26-27, “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya : ‘Sesungguhnya aku membebaskan diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (Allah) Dzat yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukkan (kepada jalan kebenaran).’”

Kata-kata Nabi Ibrahim kepada orang-orang kafir: “Sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (saya hanya menyembah) Dzat yang menciptakanku. ” Di sini beliau mengecualikan Allah dari segala sesembahan.

Pembebasan (dari segala sembahan yang batil) dan pernyataan setia (kepada sembahan yang haq, yaitu : Allah) adalah makna yang sebenarnya dari syahadat “La Ilaha Illallah.”

“Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimat syahadat ini kalimat yang kekal pada keturunannya, agar mereka ini kembali (kepada jalan yang benar).” (QS Az Zukhruf: 28 )

Ayat dalam surat Al Baqarah yang berkenaan dengan orang-orang kafir, yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, “Dan mereka tidak akan bisa keluar dari neraka.” (QS Al Baqarah)

Disebutkan dalam ayat tersebut, bahwa mereka menyembah tandingan tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kecintaan yang besar kepada Allah, meskipun demikian kecintaan mereka ini belum bisa memasukkan mereka kedalam agama Islam.

Lalu bagaimana dengan mereka yang cintanya kepada sesembahan selain Allah itu lebih besar dari cintanya kepada Allah? Lalu bagaimana lagi orang-orang yang cuma hanya mencintai sesembahan selain Allah, dan tidak mencintai Allah?

Dari ayat dalam surat Al Baqarah tersebut diambil kesimpulan bahwa penjelasan makna tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah” yaitu : pemurnian kepada Allah yang diiringi dengan rasa rendah diri dan penghambaan hanya kepadaNya.

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka mempertaruhkan pula) Al Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang haq selain Dia. Maha suci Allah dari perbuatan syirik mereka,” demikian firman Allah dalam surat At Taubah ayat 31.

Diterangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang ahli kitab telah menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan dijelaskan pula bahwa mereka hanya diperintahkan untuk menyembah kepada satu sesembahan, dan menurut penafsiran yang sebenarnya mereka itu hanya diperintahkan untuk taat kepadanya dalam hal-hal yang tidak bermaksiat kepada Allah, dan tidak berdoa kepadanya.

”Diantara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah, 165).

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡, dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, adapun perhitungannya adalah terserah kepada Allah.”
Ini adalah termasuk hal yang penting sekali yang menjelaskan pengertian ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ . Sebab apa yang dijadikan Rasulullah sebagai pelindung darah dan harta bukanlah sekedar mengucapkan kalimat itu dengan lisan atau memahami arti dan lafadznya, atau mengetahui akan kebenarannya, bahkan bukan pula karena tidak meminta kecuali kepada Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya, akan tetapi harus disertai dengan tidak adanya penyembahan kecuai hanya kepadaNya. Jika dia masih ragu atau bimbang, maka belumlah haram dan terlindung harta dan darahnya.

Betapa besar dan pentingnya penjelasan makna ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ yang termuat dalam hadits ini, dan betapa jelasnya keterangan yang dikemukakannya, dan kuatnya argumentasi yang diajukan bagi orang-orang yang menentangnya.

Sumber:
1. Kitab Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah ‘Alal ‘Ibad
2. fimadani

05/11/12

Dosen Tak Bernyawa

Berikut ini adalah tulisan terakhir dari Ukhtina  Novilia Lutfiatul, salah seorang mahasiswi Kedokteran Universitas Diponegoro yang menjadi korban dalam kecelakaan maut di Baturaden, Purwokerto. Tulisan ini diposting tanggal 1 November 2012 lalu. Semoga Allah menempatkan beliau sebagai salah satu da’iyah yang menghuni surga. Semoga tulisan beliau ini menjadi i’tibar bagi kita yang masih hidup mengenai kematian:

“Manusia berawal dari setetes air mani yang hina. Berakhir menjadi seonggok daging yang membusuk. Dan saat ini berada diantara keduanya dengan membawa kotoran kemana-mana.”  (Salim A. Fillah – Dalam Dekapan Ukhuwah)

Kematian  merupakan salah satu topik yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang, apalagi kita yang masih muda-muda. Sukar dimulai dan mudah untuk dihentikan. Padahal setiap manusia tak akan pernah tahu waktu kedatangannya. Kematian tak akan memandang umur, tua muda akan mati bila waktunya memang telah tiba.

Setiap kali memasuki ruangan praktikum anatomi jantungku selalu berdesir miris. Seonggok tubuh yang terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tak beraturan dan tak “manusiawi” menjadi pemandangan yang selalu ditemui setiap minggunya. Melawan  kodrat alam, dipaksa tak membusuk dengan formalin. Tubuh-tubuh yang dulunya selalu dibanggakan, tegap, gagah, langsing dan sebagainya yang menjadi pemicu dosa bila tak digunakan dalam koridor syariat-Nya.

Untuk melawan rasa takut, hal pertama yang aku perhatikan saat menghadapi cadaver adalah wajahnya. Walaupun tetap bergidik merinding melihat otot-otot wajah yang menegang saat sakaratul maut. Tergambar jelas kesakitan yang dirasakan saat  detik-detik malaikat Izrail menjemput. Bahkan manusia termulia, dengan pengambilan ruh yang benar-benar pelan dan lembut  saja merasakan sakit yang benar-benar sakit. Apalagi kita, yang sadar akan siksa neraka namun tetap rutin berbuat dosa.

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.

Seringkali  tak teganya rasanya membuka lapisan demi lapisan  kulit mereka, menarik-narik otot untuk mencari perlekatannya, mengorek-ngorek menemukan pembuluh darah serta syaraf yang letaknya tersembunyi dan lain-lain. “Ini dulunya juga manusia Nov, sama sepertimu,  maka perlakukanlah dengan baik dan lembut,” ucapku pada diri sendiri.

Perasaan jijik juga sering mendatangi, bersyukur pada Allah yang memberikan rasa lupa pada manusia. Sehingga aku dan teman-teman masih bisa makan walaupun baru saja memegang dan berkutat dengan cadaver menggunakan tangan kosong, setelah cuci tangan tentunya.

Laboratorium anatomi dan seluruh mayat-mayat  didalamnya selalu mengingatkanku akan datangnya kematian yang tak tahu kapan akan menjemputku. Mereka  adalah guru-guruku, guru dunia karena mengajarkan banyak ilmu pengetahuan serta guru akhirat yang menjadi reminder akan kehidupan dunia yang sementara ini.

Mayat-mayat yang tak jelas asal usulnya, tunawisma, preman dengan tato-tato di tubuhnya dan entah siapa itu tak pernah mengharapkan tubuhnya disayat-sayat dan dipotong-potong menjadi media pembelajaran kami. Semasa hidupnya mereka pasti mengharapkan mayatnya kelak diurus sewajarnya. Dimandikan, disholatkan, dikafani, dimakamkan, dan didoakan oleh keluarga. Pantas atau tidak mereka bisa disebut orang-orang yang tidak beruntung.

Salah seorang temanku pernah bertanya “Apa dosa-dosa mereka bisa tergugurkan ya? Secara fisik mereka adalah preman yang tak pernah kita tahu amal ibadahnya, dan dilihat dari niat mereka tak pernah berharap jadi media praktikum.”

“Hanya Allah yang tahu, tugas kitalah selalu berdoa agar dosa-dosa mereka diampuni melalui setiap sentuhan dan perlakuan yang kita berikan pada mereka,” ucapku menutup pembicaraan seusai praktikum bebas malam itu.

Ya Allah, siapapun mereka, ampunilah dosa-dosa mereka
Jadikanlah setiap perlakuan yang kami berikan sebagai penggugur dosa mereka
Terimalah setiap amal ibadah mereka semasa hidup dulu
Gantikanlah liang lahat mereka dengan rumah-rumah surga-Mu
Gantilah kain kafan mereka dengan baju-baju kebesaran penghuni surga
Sayangilah mereka
Karena mereka kami mengenal ilmu-ilmu Mu
Karena mereka kami menjadi orang yang bersyukur
Dan karena mereka, kelak kami bisa menolong hamba-hamba Mu

Novilia Lutfiatul

sumber: fimadani

25/10/12

Ismail: Islam Membuat Hatiku tak Lagi Hampa

Sejak kecil, Ismail begitu rajin beribadah. Ia sangat termotivasi untuk mendalami ajaran agamanya. "Keluargaku mungkin jarang ke geraja, tapi saya tidak pernah absen," kenang dia yang berasal dari Kanada. Begitu aktif, hingga ia tak berhenti untuk berbicara tentang agama. Setiap hari ia baca Alkitab, pergi ke gereja dan menyaksikan program televisi tentang ajaran Kristen.

Rutinitas itu ia lakukan secara berulang. Pada satu titik, ada satu hal dalam dirinya yang hilang. Ia tidak mengetahui apa yang hilang dalam dirinya. Hatinya hampa. Pikirnya, ada hal yang harus diisi. Kekosongan inilah yang selanjutnya membawa dirinya kepada Islam.

"Apa yang membuat saya menjadi Muslim adalah masalah Ketuhanan Nabi Isa AS. Sepengetahuan saya, Islam menyatakan Isa itu bukan Tuhan melainkan Nabi yang diutus kepada umatnya guna membawa risalah Tuhan," papar dia.

Bermodalkan pemahaman itu, ia selidiki ajaran Islam. Begitu mendalam ia mengeksplorasinya hingga ia mendapat satu kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang benar. Tidak ada keraguan dalam ajarannya.

"Disinilah saya mulai berkomitmen untuk tidak pernah meninggalkan ajaran Islam. Saya akan menjadi Muslim hingga nyawa ini kembali kepada-Nya," kata dia.

Banyak contoh yang Ismail dapat terkait kebenaran Islam. Salah satunya adalah Alquran. Kitab suci ini sejalan dengan ilmu pengetahuan. Apa yang terjadi di masa lalu, telah diceritakan dalam Alquran. Contoh lain, Alquran ini diturunkan 600 setelah Alkitab. Yang menarik, kenapa kita tidak mengikuti Alquran, seperti umat Nasrani tidak mengikuti Taurat.

"Saya percaya kita mempunyai Tuhan yang sama, Allah yang kita sapa dalam bahasa Arab, Ia adalah Tuhan yang terungkap dalam Musa pada Taurat, Isa pada Alkitab dan Alquran pada Muhammad," kata dia.

Semenjak Ismail menjadi Muslim, kehidupannya mulai membaik. Ia merasa lebih bahagia. "Ada perbedaan besar ketika saya masih non-Muslim," kenang dia.

Namun, ada satu hal menarik yang berasal dari pengalaman dirinya ketika mendalami Islam di sejumlah negara-negara Timur Tengah. Menurutnya, bagi Muslim yang berada di negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam maka akan semua orang memiliki rasa hormat terhadap Islam dan Muslim.

Kondisi itu jelas berbeda ketika berada di negara Barat. Tidak semua masyarakat Barat menghormati Islam dan Muslim. Namun, itu tidak jadi masalah ketika sebagai Muslim dapat memainkan peranan untuk mempromosikan Islam.

"Cobalah tunjukan bagaimana prilaku seorang Muslim. Insya Allah, mereka akan memahami anda," kata dia. "Semoga Allah membimbing kita semua, seperti apa yang ia lakukan pada saya," kata dia.


sumber : republika.co.id

23/10/12

Konser Amal WNI Meriahkan Mesir, 25 Ribu USD untuk Palestina Terkumpul

Senin petang (22/10) aula Andalus- Al Azhar Conference Centre (ACC), Kairo gemuruh. Aula berkapasitas 1200 orang itu membludak oleh pengunjung konser Amal untuk Rakyat palestina yangdiselenggarakan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Indonesia, bekerjasama dengan LSM SINAI, Asy-Syathibi Center dan IKRAM Malaysia Cab. Mesir. “Ini adalah untk pertama kalinya kita melaksanakan konser di luar negeri”, kata Putra Erianton, ketua panitia konser dalam sambutannya.

Konser amal ini menghadirkan tim nasyid Izzatul Islam (IZIS), tim nasyid Indonesia yang dibentuk sejak 1994 silam. Juga dimeriahkan oleh Dai Nada, tim nasyid mahasiswa Indonesia di Mesir yang telah melanglang-buana di Eropa dan Afrika sebagai ikon Mesir, dan Ikram voice, tim nasyid mahasiswa Malaysia di Mesir. Dihadiri oleh sejumlah pajabat KBRI kairo, utusan kedutaan Malaysia, pengusaha, beberapa tokoh Mesir, komite Al Quds Internasional, tokoh Palestina dan utusan Eropa, Afrika, dll.

Kepanitiaan kolaborasi mahasiswa Indonesia-Malaysia ini bahu mambahu menyukseskan kegiatan.Sekitar 25 ribu USD donasi berhasil terkumpul, solidaritas mahasiswa Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, dan beberapasumber lain. Sebuah poster WPAP Syeikh Ahmad Yassin karya Setobuje terjual seharga 3000 USD.

Sebelumnya Rafii Group sebagai EO kegiatan telah membentuk tim khusus penggalangan dana perwakilan mahasiswa Indonesia dan Malaysia dan berhasil mengumpulkan puluhan ribu poud Mesir pra-konser. Semua dana akan dibawa langsung oleh 21 orang tim kemanusiaan KNRP dan Izzatul Islam ke Gaza Rabu ini (24/10), akan disalurkan bersamaan dengan pelaksanaan kurban untuk rakyat Gaza pada Idul Adha mendatang.

Acara ini berlangsung sangat meriah dihadiri lebih dari 1200 pengunjung, mulai pada pukul 18.00 hingga pukul 23.00 WK, diliput oleh3 stasuin TV, Misr25, Al Aqsa TV (Palestina) dan AQSA (Malaysia). Gemuruh takbir membahana membelah gedung. Para pengunjung bahkan syeikh dari Palestina pun ikut berdiri mengikuti hentakan nasyid Izzatul Islam yang membakar semangat. Tampil Ust. Mukhlis Yahya Barzaq, penulis asal Gaza memberikan orasi tentang pembebesan Al-Aqsa.

Konser amal ini ditutup denga doa oleh Ust. Irsyad Syafar (KNRP Sumbar & Pimpinan Perguruan Ar Risalah Padang) dan nasyid Selamat Tinggal Sahabat dari IZIS. Para pengunjung ikut meneteskan air mata haru. (sinaimesir/knrp)

Sumber: Dakwatuna

25/09/12

Izinkan Aku Menungduk. Part.4



Rasulullah saw. menganggap pandangan liar dan menjurus kepada lain jenis sebagai suatu perbuatan zina mata. Sabda beliau: "Dua mata itu bisa berzina, dan zinanya ialah melihat." (Riwayat Bukhari)

Dinamakannya berzina karena memandang merupakan salah satu bentuk bersenang-senang dan memuaskan gharizah (instink) seksual dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh syara'. Penegasan Rasulullah ini ada persamaannya dengan apa yang tersebut dalam Injil, dimana al-Masih pernah mengatakan sebagai berikut: Orang-orang sebelummu berkata: "Jangan berzina", tetapi aku berkata: "Barangsiapa melihat dengan dua matanya, maka ia berzina."

Pandangan yang menggiurkan ini bukan saja membahayakan kemurnian budi, bahkan akan merusak kestabilan berpikir dan ketenteraman hati. Salah seorang penyair mengatakan: "Apabila engkau melepaskan pandanganmu untuk mencari kepuasan hati. Pada satu saat pandangan-pandangan itu akan menyusahkanmu jua. Engkau tidak mampu melihat semua yang kau lihat. Tetapi untuk sebagainya maka engkau tidak bisa tahan."

Pada kenyataannya anjuran yang begitu indah ini tidak lagi dipedulikan oleh remaja muslim yang sedang dimabuk cinta. Mereka seakan berlomba-lomba untuk menyuguhkan proklamasi cinta terbaik mereka kepada sang pujaan hati dan akhirnya tenggelam dalam hegemoni pacaran yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Sekadar informasi saja, selama hidupnya, Rasulullah saw. tidak pernah menyentuh perempuan yang bukan mahramnya sama sekali. Lalu, bagaimana bisa para remaja itu melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh seorang uswatun hasanah yang tidak ada cela pada dirinya?

Harus disadari pula bahwa, memang, memiliki rasa cinta adalah fitrah dari Allah SWT. Namun, jangan sampai rasa cinta tersebut diumbar dengan seenaknya saja sehingga bisa menimbulkan bentuk perzinahan yang dikutuk oleh-Nya.

Islam menghalalkan pernikahan, bahkan dinyatakan sebagai sunnah. Akan tetapi, Islam melarang keras perzinahan. Bukan hanya perzinahan itu sendiri, namun yang mendekati perzinahan pun dilarang oleh Islam, termasuk pacaran. Lalu, apa yang menyebabkan pacaran itu tidak diperbolehkan dalam Islam? Ada empat alasan sederhana yang menjelaskan hal tersebut:

1.    Pacaran akan membawa atau mendekatkan ke arah zina. Padahal Allah melarang manusia untuk mendekati zina seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an surat Al-Israa’ ayat 32. ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
2.    Laki-laki dan perempuan (yang bukan mahram) dilarang berkhalwat (berdua-duaan).
3.    Laki-laki dan perempuan (yang bukan mahram) dilarang saling bersentuhan satu sama lain.
4.    Karena Islam menganjurkan muslim dan muslimah untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an, surat An-Nuur ayat 30-31.

Adapun slogan Izinkan Aku Menunduk dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah, kampus ataupun dalam masyarakat dengan mengetengahkan landasan kuat yang telah diuraikan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai buktinya. Slogan Izinkan Aku Menunduk akan mengingatkan muslim dan muslimah untuk selalu menjaga pandangan mereka ketika lawan jenis menarik hati; tidak melihat aurat, tidak memandang dengan nafsu, dan tidak melihat melebihi apa yang dibutuhkan sehingga jalan cinta mereka pun Insya Allah akan tetap suci dan barokah serta jauh dari godaan syaithon yang terkutuk.

Dengan menerapkan slogan Izinkan Aku Menunduk dalam pergaulan sehari-hari diharapkan setiap muslim dan muslimah dapat menjaga hati mereka dan kemudian dapat mensibghoh atau mewarnai lingkungan mereka agar terbentuk nuansa Islami yang sesuai dengan syari’at yang ada, bukan malah terwarnai dengan pergaulan ammah. Di samping itu, upaya sosialisasi slogan ini dapat diketengahkan melalui media publikasi, seperti facebook, twitter, blog, website, surat kabar, majalah, dan media massa lainnya. Slogan plus artikel tentang menjaga pandangan ini pun dapat dipajang di mading-mading kampus agar lebih efektif dan mengena sasaran yang dituju.

Inilah sebagai wujud upaya yang bisa dilakukan oleh muslim dan muslimah untuk tetap menjaga diri dari kemaksiatan dan juga sekaligus untuk mensubversi hegemoni pacaran oleh remaja masa kini yang dikhawatirkan akan menimbulkan bentuk perzinahan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA



http://akhmadguntar.com/pemikiran/meminimalkan-dampak-negatif-pornografi-yang-penting-motifnya
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/301.html
http://remaja.suaramerdeka.com/.../globalisasi-media-dan-fenomena-pornografi

PKS Gunungpati

Berita Nasional

Tokoh

 

© Copyright PKS Gunungpati 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Pratama Widodo.